Pegasius atau biasa juga disebut ikan Patin
atau Jambal adalah jenis ikan yang bermain di dasar, sedangkan
Redfin Paku atau biasa juga dikenal sebagai Bawal air tawar
lebih senang berenang di tengah-tengah. Berdasarkan kebiasaannya
itu maka pancingan untuk kedua jenis ikan ini pun harus dibedakan.
Memancing Pegasius
 |
Bentuk pancingan Pegasius yang saya biasa gunakan
terdiri dari 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedang (ingat
ikan Pegasius tidak memiliki mulut yang terlalu besar), kawat
nikelin kecil dan lemas atau kenur pandu, kili-kili dan timah
pemberat ukuran kecil. Khusus untuk Pegasius saya tidak pernah
menggunakan pelampung, walaupun ini bukan suatu keharusan. Yang
penting diingat apabila Anda lebih suka pakai pelampung adalah
jarak kail sampai pelampung harus sepanjang dalamnya sungai
/ kolam agar umpan dapat menyentuh dasar. Pertama-tama mata
kail saya ikatkan ke nikelin / kenur pandu sepanjang 5 - 7 cm,
kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (apabila ada dua,
kedua-duanya) diikatkan ke kili kili. Sebelum kili-kili itu
diikatkan ke kenur utama, jangan lupa untuk memasukan timah
pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang Anda gunakan
adalah jenis yang bolong di tengah sehingga timah dapat bergerak
leluasa di kenur utama. Setelah timah dimasukkan, ikatkan kenur
utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah
pancingan jadi, coba ikatkan sepotong karet gelang di kenur
utama sebagai penjaga agar timah tidak berjalan terlalu jauh
dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai. Karena
pancingan ini tidak menggunakan pelampung, maka Anda harus jeli
memperhatikan kenur untuk mengetahui sambaran ikan.
Pertama-tama setelah anda memasang dan melempar umpan, pastikan
tali kenur Anda berada di garis lurus antara Anda dan umpan.
Anda tidak perlu menarik kenur sehingga tegang, justru biarkan
agak kendor sehingga Anda bisa lihat bahwa kenur terapung diatas
air membentuk satu garis. Apabila ikan menyambar, maka Anda
akan melihat garis yang terbentuk dari kenur diatas air tersebut
berjalan. Ikan Pegasius tidak akan membawa kabur umpan dalam
satu kali sentakan, maka begitu kenur bergerak beberapa saat
cepat-cepat sentak joran Anda. Telat menyentak akan mengakibatkan
umpan dilepehkan oleh ikan. Ikan Pegasius akan lebih enak apabila
dipancing dengan kenur kecil. Untuk pemula saya sarankan kenur
8 - 12 lbs, bagai yang menyukai 'tarik-ulur' saya sarankan kenur
2 - 6 lbs. Jangan lupa setelan drag Anda disesuaikan dengan
ukuran kenur. Ikan Pegasius besar ketika Anda hentak pertama
kali tidak akan melawan dengan kuat, Anda biasanya hanya merasa
berat, tetapi semakin dekat ke pingir maka ikan akan mulai 'mengmuk'
dan hati-hati, sentakan mendadak dari Pegasius terhadap kenur
kecil dapat memutuskan tali kenur. Ketika ikan sudah dekat dan
siap untuk diangkat, apabila Anda menggunakan kenur kecil sebaiknya
anda menyiapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat, jangan
memegang tali apabila anda ingin menarik ikan untuk di serok.
Apabila anda menggunakan kenur kecil, ikan Pegasius yang hendak
di serok biasanya akan melawan dengan keras,sehingga apabila
kenur Anda pegang maka fungsi drag dari reel anda tidak akan
terjadi sehingga tegangan di kenur akan tinggi dan kemungkinan
besar putus.
Memancing Bawal
 |
Pancingan untuk Bawal agak berbeda sedikit dengan
Pegasius. Yang pertama, tali ke kail harus menggunakan nikelin.
Gigi Bawal yang sangat tajam dengan mudah memutuskan kenur Anda.
Kail yang telah tersambung dengan nikelin tersebut diikatkan
ke kili-kili. Sebelum kili-kili diikat ke kenur utama masukkan
pelampung yang dapat menahan beban kail, umpan dan timah ke
kenur utama, kemudian susul dengan timah kecil (janga besar-besar
karena pelampung dapat tengelam). Setelah itu ikatkan kenur
utama tersebut dengan kili-kili. Setelah rangkaian pancing jadi,
tambahkan karet gelang yang di ikat ke kenur utama diatas pelampung.
Hal ini untuk menahan laju pelampung agar tidak 'molor' kemana-mana.
Jarak antar karet gelang samapai ke ujung mata kail kira-kira
1/2 - 3/4 dari dalamnya tempat memancing Anda.
Berbeda dengan Pegasius, memancing Bawal dengan pelampung lebih
mudah untuk melihat tanda-tanda ikan menyambar. Biasanya Bawal
sangat agresif ketika menyambar pertama. Tidak jarang pula Anda
melihat Bawal yang meloncat setelah tersangkut kail. Memancing
Bawal dengan kenur alus juga sangatlah mengasikkan. Untuk itu
saya sarankan kenur 2-8 lbs sebagai kenur memancing Bawal.
Umpan ikan Tawes
rangkuman dari Mailing list Mancing-L,
29 Mei 2000
Dari Bambang
Setiawan
Kalau ikan tawes sekarang ini lagi naik di
Waduk Sempor. Umpan paling jitu (ini rahasia temen dari yang
udah master tawes) pelet dicampur dengan tai burung puyuh. Ikan
tawes di sana mulai dari sebesar telapak tangan sampai sekiloan.
Dari N/A
Untuk tawes, coba bungkil kacang tanah di parut terus
dicampur timun dan diaduk.
Dari Adi
Wisaksono
Kalau tawesnya ada di perairan umum, misal
sungai, kali, waduk, coba pakai bulir padi muda atau pucuk
rumput teki. Mancingnya pakai pelampung panjang dan nggak usah
dikasih timah pemberat. Lemparkan umpan dan biarkan hanyut
mengikuti arus, mancingnya harus aktif nggak boleh dibiarkan
karena bisa nyangkut kemana-mana !
Umpan ikan Mujair
rangkuman dari Mailing list Mancing-L,
29 Mei 2000
Dari Adi Wisaksono
Mujair paling bagus diumpani cacing merah yang banyak
ditemukan di tempat
sampah, apalagi kalau
lokasinya ada gedebog pisangnya, cacingnya gemuk-gemuk
deh !
Dari N/A
Saya pernah mancing mujair di Songgoriti tempat rekreasi di
kota Batu, memakai umpan dari wingko
campur terasi, dan lumayan dapat, tapi kecil-2.