-SALTWATER-

The webmaster welcome addition tips & trick from you to share. Please send email.

  • TIPS TO SUCCESSFULLY TAG YOUR BILLFISH

    BEFORE YOU CATCH YOUR FISH: First decide if this fish is to be tagged and released. Rig terminal tackle with a single hook. Attach the tag to the tagging stick and stow in a safe place. Place the BILLFISH TAGGING REPORT card in a safe, dry location.

    WHILE HOOKED-UP: Leader your fish quickly, usually within 20 to 30 minutes. Allow the fish to calm down prior to tagging. Do not attempt to tag a fish while it is jumping or thrashing about.

    TAGGING: Lead the fish alongside the boat. Once the fish calms down, insert the tag in the dorsal (back) muscle just below and behind the tallest part of the dorsal fin. Avoid any chance of inserting the tag in the gill, head or below the lateral line. Insert the tag a full two inches into the muscle at an angle matching the flow of water over the fish's back. The fish should be tagged without excessive handling or allowing it to injure itself on the vessel's hull or transom.

    RELEASING: Remove the hook with a good pair of pliers. If deeply hooked in the throat or stomach, release it by cutting the leader as close to the hook as possible. A fish that appears lethargic, but otherwise uninjured, can often be revived by slowly towing it through the water, forcing water through the gills until it begins to swim on its own. Even a fish that has thrown its stomach can still be released. Last but most important. Fill out the BILLFISH TAGGING REPORT card and mail it to billfish foundation. **from Billfish Newsletter**

  • KASTING DI LAUT LEPAS

    Kasting (bahasa inggrisnya 'casting'), adalah salah satu cara memancing yang banyak digemari di luar negri. Di Indonesia sendiri memancing dengan cara kasting masih agak jarang, tetapi perlahan-lahan semakin banyak pemancing yang mencoba dan menekuninya. Kasting dapat dilakukan baik di sungai, danau maupun di laut. Sebenarnya, cara kasting ini lebih banyak dilakukan untuk pemancingan air tawar, seperti di sungai ataupun di danau, mungkin karena tercemarnya kebanyakan sungai dan danau di Indonesia sehingga cara ini tidak terlalu populer.

    Yang ingin saya bahas sekali ini adalah cara kasting di laut, tepatnya dilaut lepas yang jauh lebih menantang dan penuh dengan trik. Kenapa saya kelopokkan dilaut lepas? karena cara kasting di laut juga dapat di lakukan dari pantai (surf kasting) maupun dari karang karang (rock kasting). Cara kasting yang saya maksud di sini adalah dengan melakukan kasting dari kapal yang berada di tengah-tengah laut.

    Sebenarnya, prinsip dasar kasting, baik di laut maupun di sungai / danau adalah sama. Cara kasting adalah memancing


    contoh Popper

    dengan cara melemparkan umpan buatan kemudian setelah beberapa saat perlahan-lahan umpan ditarik sehingga umpan yang berlengang lengok akan dikira sebagai makanan oleh ikan buruan kita. Alat-alat yang digunakan juga hampir sama, tetapi dari jenis kapasitas alatnya saja yang berbeda. Di sungai biasanya joran, reel maupun kenur yang digunakan cukup yang kelas dibawah 10 kg. Bila dilakukan di laut, terutama di laut lepas, sebaiknya menggunakan kelas yang lebih besar. Khusus untuk rock kasting (melakukan kasting dari atas karang) biasanya dibutuhkan joran yang lebih panjang (bahkan sangat panjang), untuk menghindari kenur tergesek dengan karang.

    Peralatan


    joran casting dengan sping reel
    Alat alat yang dibutuhkan untuk kasting di laut lepas adalah :
    1. Joran: kapasitas secukupnya, misalnya 10 - 20 kg dengan ujung yang agak lentur untuk memudahkan melempar umpan
    2. Reel dengan kapasitas kelas kenur yang sama dengan joran anda (mislanya 10-20 kg). Anda dapat menggunakan reel overhead (penempatan reel diatas joran) seperti dari merek shimmano jenis clacuta atau spinning biasa seperti shimano baitcaster. Kapasitas kenur 200-300 meter sudah sangat mencukupi..
    3. Umpan. Carilah jenis popper maupun minow yang bisa dibeli di toko-toko mancing di kota anda.
    4. Kapal. Anda sebaiknya memilih kapal yang memiliki fish finder untuk memudahkan menemukan lokasi yang baik.
    5. Keberanian. Yang terakhir anda membutuhkan keberanian yang cukup kuat karena tarikan ikan yang tiba-tiba sering membuak kita terkaget-kaget, sehingga apabila tidak siap akan sangat mudah untuk membuat sebuah kenur putus.

    Menemukan Lokasi

    Setelah seluruh alat-alat siap, maka sekarang anda harus menentukan tempatnya. Ada dua tempat yang sangat

    contoh overhead reel
    potensial. Yang pertama adalah disekitar karang-karang timbul dekat pantai tetapi agak menjorok ke laut. Untuk kasting disekitar karang ini penggunaan fish finder tidak terlalu diperlukan, hanya posisikan kapal di tempat yang tepat sehingga ombak tidak membawa kapal menuju karang. Lokasi karang ini banyak berada di perairan Indonesia, seperti di Ujungkulon salah satunya. Cara kasting di dekat karang, adalah siapkan alat-alat seperti di atas, dan jangan lupa, setel drag reel anda pada tekanan 1/3 dari kemampuan kenur. Hal ini untuk menghindari kenur putus ketika disambar ikan. Cari juga posisi berdiri dipinggir kapal yang agak lapang, sehingga pada waktu fight (melawan ikan) posisi dapat lebih leluasa. Setelah siap lemparkan popper / minow ke arah karang. Sebaiknya jarak antara karang dan kapal tidak terlalu jauh, sehingga ketiak kita melemparkan umpan dapat jatuh kira-kira 1-3 meter dari karang. Setelah melemparkan umpan, dan memastikan umpan jatuh di posisi yang baik, tarik perlahan lahan kenur sambil sedikit memainkan joran dengan menyentak-nyentakkannya. Bersiap-siaplah karena kalau lokasi anda tepat, kuwe-kuwe besar akan segera menyambar umpan anda.

    Lokasi yang ke dua adalah di tengah-tengah laut. Tempat yang satu ini agak sulit ditemukan, oleh karena itu anda harus dibantu dengan fish finder. Carilah tubiran-tubiran karang pada fish finder anda pada kedalaman 25 - 75 meter. Biasanya di tubiran-tubiran karang ini banyak terdapat ikan umpan yang menjadi incaran ikan-ikan besar, dan anda dapat melihatnya pada layar fish finder anda. Setelah menemukan lokasi yang potensial, cobalah untuk melakukan chumming terlebih dahulu. Setelah anda merasa cukup, lakukan cara menancing sama seperti kasting di karang, dan arahkan lemparan umpan ke tempat anda melakukan chumming. Ikan yang berpotensi didapat adalah tuna, tongkol dan kuwe.

    Sering kali di tengah laut anda melihat kumpulan burung atau gejolak air yang disebabkan oleh kumpulan ikan yang mencari makan. Jangan sia-siakan kesempatan ini! Posisikan kapal di sekitar kumpulan ikan (bukan di tengah-tengah), kemudian biarkan kapal terapung-apun tanpa mematikan mesin. Hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga apabila ikan besar yang menyambar dan anda perlu melakukan manuver kapal. Lakukan kasting tepat ke arah kumpulan ikan-ikan. Percayalah, anda tidak perlu menunggu terlalu lama, karena ikan akan segera menyambar. Sayangnya kesempatan ini jarang terjadi di perairan teluk jakarta, tetapi di daerah laut selatan seperti Ujungkulon, Pelabuhan Ratu, Yogyakarata, perairan Indonesia bagian timur, dsb. Jadi walaupun tujuan mancing anda adalah mancing dasar / trolling, ingatlah untuk tetap siap dengan peralatan kasting anda, siapa tahu ada kumpulan ikan dan anda dapat mencoba teknik kasting. Selamat mencoba.