Binuangeun 12 - 13 May 2001 
(versi KM Surya - Oleh Indra P)   

Perjalanan trip mancing tim KM Surya dalam rangka MancingL fishing gathering diawali dari keberangkatan bersama peserta tim dari kebayoran baru, jakarta hari Sabtu subuh jam 1.30.  Tim yang terdiri dari 7 pemancing berani mati ini adalah Indra P (MancingL), Nono (MancingL - pertama kali mancing di Binuangeun), Agus, Robby, Yulius (ketiga orang ini baru 2 kali turun ke laut), Hendra (pakar turnamen galatama - belum pernah sama sekali naik kapal), dan  David (katanya sih biasa mancing di Manado, daerah asalnya, tapi kok mabuk laut paling parah ya??). 


Tim MancingL berbincang2
(click di gambar 
untuk membesarkan)

 Sesampainya di Binuangeun jam sudah menunjukan pukul 5 pagi.  Dengan mata masih sepet kami ber hai-hai ria dengan rekan MancingL lainnya di Villa Muara kangen.  Persiapan rekan-rekan lain tanpaknya sudah sangat matang.  Ini dibuktikan dengan sibuknya para pakar MancingL menyetel drag, mengelus-elus joran masing-masing, dan lain lain.  Kami sendiri lebih sibuk makan indomie dan beberapa rekan sekapal seperti Nono, Agus & Robby menyempatkan tidur di mobil.

Trolling time!


David & Robby

Jam 6 pagi kami mulai menyiapkan peralatan mancing sekaligus memberikan training kilat kepada teman-teman se kapal yang belum pernah mancing trolling.  Sekitar pukul 7 pagi KM Surya dengan para pemancingnya mulai berlayar menuju laut lepas.  Seluruh tim sangat bersemangat, dan penuh dengan kepercayaan dirinya.  Lepas dari muara Binuangeun, beberapa umpan rapala CD 12 - 14 diturunikan pada 4 joran terdiri dari 2 kenur 12 lbs, dan 2 kenur 30 lbs.  Sementara itu kenur 50 lbs pada posisi paling kanan dipasangkan Marlin Magic lure.  Jelas hal ini menyalahi teori mancing umum. Tetapi waktu itu kita tidak terlalu pikirkan, karena daerah yang dituju pada selatan P. Tinjil adalah daerah berkarang dan lebih cocok untuk rapala.  Strike pertama terjadi tidak lama setelah kami keluar dari muara.  Reel TLD 30 berderit dengan kenur 30lbs membawa ikan salem yang "imut" menyerah dengan sukarela.  Strike ke dua, sekitar beberapa menit kemudian, terjadi persis di tepi timur P. Tinjil.  Bunyi Shimano Tiagra 50LRS menyentakkan kami semua dari kantuk.  Jeritan reel yang begitu panjangnya mengisyaratkan beratnya ikan yang terkait di lure.  "Marlin!" teriak ABK.  Wajar, karena ikan kena di lure Marlin Magic sehingga kamipun mengira ikan Marlin.  Walaupun giliran memompa joran tidak diatur sebelumnya, tetapi saya meminta Nono sebagai tamu terhormat untuk mendapat kesempatan emas ini. 


Barakuda hasil tangkapan nono
(click di gambar 
untuk membesarkan)

Dengan semagat 45 Nono langsung menyambar dan mulai memompa joran, persis seperti yang diajarkan oleh Suhu Kapten Bobby Halim.  Dengan penuh semangat (walaupun kurang tidur) Nono terus memompa.  Isi kenur yang habis ditarik ikan hampir 3/4 dari kapasitas reel.  Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menarik ikan, belum lagi ketika isi kenur bisa kembali ke posisi 1/2 dari kapasitas, ikan melakukan perlawanan.  Kontan kami mulai meledek Bang Nono yang mulai berpeluh dan ngosngosan.  Lewat 15 menit, ikan mulai mendekati kapal.  Ikan yang semula disangka marlin dapat dipastikan salah, karena tidak ada loncatan, dan juga dipastikan bukan Tuna karena tidak "mendem" ke bawah.  Bayangan ikan raksasa mulai kelihatan, dan bentuk yang langsing dari ikan tsb mengecohkan kami akan ikan tenggiri.  Setelah ikan dekat dan berhasil di ganco dengan sukses, ternyata Baramuli eh Barakuda raksasa yang naik ke kapal. Diperlukan 2 ganco untuk menaikan ikan ini ke kapal.  Melihat ukuran ikan, saya langsung mengambil kesimpulan ikan ini mempunyai peluang sangat besar untuk masuk rekor FORMASI. 

Kenur Putus


Nono dengan Baracuda 
siap masuk rekor 
FORMASI
(click di gambar 
untuk membesarkan)

Perjalanan kembali dilanjutkan, dan Mr. No2 mendapat salute dari teman teman di kapal karena berhasil menyelesaikan perlawanan dengan baik.  Nono pun puas dan menyatakan ingin segera tidur dan beristirahat karena terlalu capai :)  Strike berikutnya dialami berturut-turut sore harinya, menghasilkan wahu dan tenggiri.  Ada kejadian menarik sore itu.  Rapala dengan kenur 12 lbs yang terpasang pada reel Fin Nor Ahab dimakan ikan, ketika kenur masih ditarik ikan, sang Kapten menancap gas kapal untuk menambah tekanan kail terhadap mulut ikan.  Tepat ketika gas kapal di pacu, tidak ada 2 detik bunyi kenur putus bergema di kapal.  Sangking kerasnya bunyi putus kenur tsb, sampai2 sang Kapten yang ada sekitar 5 meter di depan bisa mendengarnya.  Kenur putus pas di dalam reel, dan kami akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kenur putus karena salah menggulung kenur ke reel pada awalnya, sehingga kemungkinan kenur kusut di dalam.

Jigging

Setelah puas berputar-putar mencari tongkol pada sore hari, akhirnya kapten memutuskan untuk mencari lokasi mancing jebluk di karang tengah.  Dengan bermodal ikan tongkol yang hanya 8 ekor di dapat, kami membuang jangkar pada jam 6 sore di karang tengah.  Di lokasi mancing sudah ada KM Stefani dan KM Mitra dengan pemancing rekan-rekan MancingL. 

Melihat umpan yang kurang memadai, maka saya mencoba kecangihan umpan besi dari Jepang oleh-oleh Mr. Sinse.  Dengan modal joran ugly stick, kenur braided 16lbs, dan reel shimano sustain, maka berenanglah besi 300gr berwarna biru kekuning-kuningan menuju kedalaman laut Binuangeun. Pada kesempatan pertama, tidak ada strike sama sekali.  Ketika turunan kedua, pas setelah joran dikocok dan di reel in dengan cepat, tiba-tiba joran menukik kencang ke bawah (minjem istilah sinse: kayak ditarik bajaj) dengan kekuatan yang hebat.  Perlawanan ikan tidak gampang diselesaikan.  Kebinalannya membawa cukup kerepotan karena ikan terus berlari-lari, sehingga Saya pun terpaksa berpindah-pindah tempat karena takut kenur tersangkut di bawah kapal.


Ikan Barakuda di hitung sebagai
syarat pengajuan rekor FORMASI
(click di gambar
untuk membesarkan)

Setelah 10 menit perlawanan akhirnya mendaratlah Mr GT man di atas kapal dengan pasrah.  Tenaga yang terkuras membuat Saya menonton saja acara selanjutnya di geladak kapal.  Di atas kapal terjadi banyak kehebohan, karena rekan-rekan  yang mungkin biasa memancing di empang tiba-tiba diharuskan menarik ikan kuwe dengan berat rata-rata 3 kg - 7 kg.  Yulius dan David contohnya, sampai harus berdua memegangi tali pancing untuk menghabisi perlawanan kuwe yang menggila.  Setelah cukup beristirahat selama 30 menit, saya kembali mencoba kehebatan besi yang sama di sisi kapal yang berbeda.  Strike jigging kali ini terjadi pada perjalanan naik sang besi kira-kira di lokasi 1/2 dari kedalaman air.  Lucunya lagi, ketika strike terjadi, saya tidak dalam posisi memainkan joran, tetapi saya sedang full reel in, rencananya mau melempar kembali umpan di tempat lain.  Hasil dari strike ini kembali memakan keringat dan sukses membawa kuwe lilin keatas kapal.

Sekitar jam 8 malam, rekan-rekan banyak yang sudah teler, sehingga kami memutuskan untuk pindah ke pingiran pulau Deli agar dapat tidur dengan nyenyak.  Hasil dasar di karang tengah sangat memuaskan, dengan ikan yang sepintas saja dihitung sangat banyak.  Tetapi, ini mungkin berguna untuk para pembaca, sebaiknya ikan yang didapat diperhatikan ketika disimpan.  Karena seingat kami semua, ikan kuwe yang dihasilkan lebih dari 6 ekor, tetapi lucunya ketika tiba di darat, hanya 6 ekor kuwe yang dikeluarkan di kapal.  Yang lain kemana ya??? Kebetulan tempat penyimpanan ikan di KM Surya berada di depan sekali, sehingga tidak kami pantau sampai tiba di darat.  Hitungan kami waktu itu : 

Indra P - 2 kuwe
Nono - kuwe & Lencam
Yulius - 2 kuwe, 1 lencam
David - 1 kuwe
Robby - 2 kuwe, 1 lencam
Agus - 1 kuwe, 1 lencam

Belum menghitung Kapten & ABK yang kami telak-telak melihat menaikan lebih dari 3 kuwe dan 4 lencam.  Jadi kemana semua ikan-ikan yang dihasilkan??

Club Ratio


Indra dengan Tuna 13 Kg

Pagi harinya, trolling kembali di mulai dengan menyusuri pulau Deli. Beberapa strike kembali terjadi menghasilkan Cakalang, kenur putus dan Tuna.  Khusus strike Tuna ini terjadi antara jam 9 - 10 pagi di atas karang antara P. Deli dengan P. Tinjil.  Strike terjadi pada reel Fin Noor Ahab dengan kenur 12 lbs.  Ikan Tuna tersebut melakukan perlawanan yang sangat kuat.  Saya sebagai pemancingnya benar-benar merasa 'dikerjai' oleh ikan yang kerap kali 'mendem' di dasar laut.  Untungnya Kapten kapal yang namanya Kapten Untung pintar menghadapi ulah sang Tuna Kuning ini.  Setiap kali ikan 'mendam' di laut maka sang kapten akan memajukan kapal, sehingga tarikan kenur dari samping akan memaksa ikan untuk naik ke permukaan secara tidak disadari oleh sang Tuna.  Akhirnya setelah peluh memenuhi dahi, dan 2 kali reel di basahi oleh air untuk mengurangi panas, dan juga 2 kali Saya berhenti untuk minum, ikan Tuna berhasil naik, yang dihitung beratnya sekitar 13 Kg.

Sayang sekali waktu itu Saya tidak sadar bahwa ikan tersebut berpeluang besar untuk masuk rekor kelas kenur Tuna Sirip kuning yang masih kosong untuk kelas kenur tersebut.

Kembali ke Dermaga


 Tim MancingL di Villa Muara Kangen
(click di gambar
untuk membesarkan)

Akhirnya siang hari kita semua kembali ke dermaga.  Bayangan kepuasan tertera di muka para pemancing, terutama Bang Nono yang sukses berat mengangkat ikan potensi rekor Nusantara.  Meminjam istilah irwin: Nono senyum terus tidurnya :) 

Beberapa hal yang kami pelajari dari trip kali ini adalah :

1.  Selalu siap dengan timbangan yang ditera.  Kemungkinan ikan Bang Nono di tolak rekornya karena timbangan yang tersedia di Binuangeun sangat menyedihkan. Sayang sekali apabila nantinya ternyata Mbah Baramuli tidak dapat memecahkan rekor hanya karena tidak memenuhi syarat panitia rekor FORMASI.


Hasil pancingan Tim MancingL
(click di gambar
untuk membesarkan)

2.  Selalu hati-hati pada saat pemasangan kenur di reel.  Kesalahan sedikit pada pemasangan kenur dapat berakibat fatal di saat kesempatan datang (kenur putus).

3.  Selalu perhatikan ikan hasil tangkapan anda.

Di dermaga kita rame-rame kembali berdiskusi dengna teman-teman MancingL.  Adegan foto-foto juga dilakukan sambil bercanda ria. 


Berpose rame-rame
(click di gambar
untuk membesarkan)

Mudah-mudahan di trip MancingL yang akan datang hasil semua kapal dapat lebih sukses lagi.

STRIKE!!
email : indra@MancingL.com